Jumat, 5 September 2008

 

Saya tertarik dengan pernyataan dalam buku saku tasawuf karangan haidar bagir yang menyatakan bahwa seorang sufi tersebut tidak harus miskin, tetapi dia dapat menggunakan kekayaannya untuk jalan ke akhirat sebagai bekal nanti di akhirat, sebagai modal. Jadi pada intinya bahwa dia memiliki dunia tetapi hatinya tidak.

 

Ini dijadikan dasar bagi ulama kaya untuk tetap mencari dunia atau kekayaan. Jadi ada ulama yang miskin dan ada ulama yang kaya. Masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

 

Saya lihat ustadz di lingkungan saya yang asalnya saya kagumi karena rajin untuk memberikan ilmu atau kajian agama setelah shalat shubuh, dan menjadi berkurang setelah beliau menikah lagi. Tetapi beliau tetap konsisten untuk tetap berceramah, hanya pandangan manusia disekelilingnya menjadi kurang simpatik terhadap beliau.

 

Sabar itu mudah dikatakan tetapi sulit dilaksanakan, harus diketahui ilmunya bagaimana secara psikologi kita menghadapi masalah yang berhubungan dengan tidak sabar, tidak bersyukur, banyak keinginan, smos, kikir, dsb. Setelah itu dikaji bagaimana teori psikologi atas solusi dari permasalahan tersebut meliputi bila kita senang membantu orang lain maka ada perasaan puas yang tidak tergantikan dengan materi. Bantuan ini pun harus ikhlas, tangan kanan memberi tangan kiri tidak mengetahui.

 

Saya ingin juga mengupdate tentang SAP di my office yaitu kegiatan, ilmu nya, sehingga bisa terpantau kegiatan apa saja yang ada hubungannya dengan SAP. Saya bisa masukkan apa saja yang saya fikirkan tentang masalah SAP, mulai masalah yang ada di kantor ataupun ilmu lainnya. Tapi berarti saya harus menambahkan satu lagi kategori yaitu SAP dalam blog ini.