Diambil dari : http://www.firmansyah.net/

Saya sering membaca postingan di mailing list atau online forum yang menanyakan bagaimana cara “masuk” ke dunia SAP, atau tepatnya bagaimana menjadi seorang konsultan SAP. Kalau saya perhatikan, kebanyakan yang menanyakan hal tersebut tertarik untuk masuk ke dunia SAP karena mendengar atau membaca bahwa seorang konsultan SAP bisa memiliki penghasilan yang cukup tinggi, bahkan tertinggi di bidang IT. Saya sendiri pernah mendapat pertanyaan serupa di blog ini, tapi jawaban saya waktu itu mungkin terlalu singkat. Jadi, untuk sekarang ini akan saya lebih detailkan lagi. Saya mulai dengan menjelaskan sedikit mengenai profesi konsultan SAP.

Mungkin belum banyak yang tahu, terutama bagi fresh graduates, di dunia SAP, ada dua tipe konsultan: Functional dan Technical. Functional Consultant, sering juga disebut Application Consultant, menekankan lebih kepada proses bisnis yang akan diimplementasikan, misalnya mengumpulkan user requirement, melakukan analisa, mendesain proses bisnis, dan menerapkannya di aplikasi SAP. Sedangkan Technical Consultant dibagi menjadi 2, yaitu ABAP Programmer dan BASIS. Sesuai dengan namanya, maka ABAP Programmer merupakan programmer yang memiliki spesialisasi di ABAP, yang merupakan bahasa pemrograman yang dipakai di aplikasi SAP. Orangnya sendiri sering dipanggil ABAP-er. ABAP-er ini diperlukan misalnya pada saat hendak melakukan modifikasi di luar standar SAP, misalnya karena aplikasi SAP tidak bisa memenuhi kebutuhan proses bisnis perusahaan. Sedangkan seorang BASIS mengurusi masalah-masalah teknis seperti otorisasi transaksi, instalasi, maintenance, dan sejenisnya.

Seorang Functional Consultant harus paham mengenai proses bisnis suatu industri atau perusahaan, sehingga orang yang cocok adalah yang memiliki latar belakang bisnis atau non-teknis, seperti akuntansi, manajemen, teknik mesin, teknik industri, dan sebagainya. Functional Consultant ini dibagi-bagi lagi menjadi spesialis sesuai dengan modul yang ada di aplikasi SAP, seperti Financial, Controlling, Sales and Distribution, Material Management, Business Warehouse, dan sebagainya. Idealnya seorang lulusan, misalnya akuntansi, menjadi seorang Functional Consultant di modul Financial atau Controlling (FI/CO). Akan lebih bagus lagi apabila sebelum berkecimpung di dunia SAP, ia memiliki pengalaman kerja di bidang bisnis, seperti menjadi seorang akuntan terlebih dulu.

Kebalikan dari Functional Consultant, maka seorang Technical Consultant bagusnya memiliki latar belakang teknik elektro/komputer, teknik informatika atau matematika. Untuk ABAP-er, mungkin akan lebih baik berasal dari teknik informatika atau matematika, sedangkan BASIS berasal dari teknik elektro/komputer.

Ok, sekarang masing-masing sudah memiki gambaran hendak menjadi Functional atau Technical Consultant. Selanjutnya adalah bagaimana masuk ke dunia SAP tersebut.

Idealnya, seorang konsultan, any kind of consultant, memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang yang dia geluti. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, yaitu lebih bagus seseorang menjadi akuntan atau auditor terlebih dulu sebelum ia menjadi Functional Consultant untuk modul FI/CO. Jadi, intinya begini:

<!–[if !supportLists]–>1.<!–[endif]–>Cari tahu perusahaan mana saja yang sudah atau akan mengimplementasikan SAP. Bagaimana caranya? Banyak. Dari internet, baca koran, majalah, tanya teman, kakak, adik, pacar, calon mertua, dan sebagainya. Be creative lah. Saya pernah ngobrol dengan seorang barista Starbucks waktu saya bertugas di Medan. Dari hasil obrolan tersebut, saya jadi tahu bahwa ternyata Starbucks memakai aplikasi SAP sehari-hari. Yeap, that touch screen.

<!–[if !supportLists]–>2.<!–[endif]–>Bila sudah mendapatkan daftar perusahaannya, maka lamar lah ke sana. Bisa melamar sebagai seorang user terlebih dulu, kalau bisa power user, yaitu user yang dilibatkan dalam implementasi SAP, atau langsung melamar sebagai IT-nya. Tapi untuk yang kedua lebih susah apabila tidak memiliki latar belakang IT. Untuk yang menjadi user terlebih dulu, saya rasa 1-2 tahun sudah cukup, lalu mintalah pindah ke Divisi IT.

<!–[if !supportLists]–>3.<!–[endif]–>Divisi IT memiliki beberapa bagian atau departemen. Bila ingin menjadi konsultan, maka minta lah ditempatkan di bagian yang mengkonfigurasi SAP. Salah satu syarat untuk menjadi seorang konsultan SAP adalah mengetahui kostumisasi SAP. Bertahan lah sekitar 2-3 tahun atau minimal sudah pernah terlibat sekali dalam implementasi full-cycle. Lebih bagus lagi apabila lebih dari satu.

<!–[if !supportLists]–>4.<!–[endif]–>Tips untuk yang ingin menjadi Functional Consultant: belajar lah tidak hanya di modul yang menjadi spesialisasi, tapi juga modul lain, terutama yang ada hubungannya dengan modul yang digeluti. Pelajari juga ABAP, minimal tahu cara membacanya. Sangat penting mengetahui cara men-debug untuk problem solving. Berkawan lah dengan seorang ABAP-er dan minta lah diajari caranya Transfer knowledge diam-diam gitu.

<!–[if !supportLists]–>5.<!–[endif]–>Tips lagi: ikut mailing list mengenai sap atau seringlah membaca forum mengenai kustomisasi SAP. Jadi, langganan lah internet

<!–[if !supportLists]–>6.<!–[endif]–>Yang terakhir sebelum melamar menjadi konsultan: be certified! Ikuti ujian sertifikasi sesuai dengan modul spesialisasi. Sertifikasi sangat penting karena dengan menjadi seorang SAP certified, maka bisa memperoleh layanan dukungan dari SAP.

Banyak jalan menuju Roma. Apa yang saya uraikan di atas hanya salah satu cara untuk masuk ke dunia SAP dan menjadi konsultan. Cara lain banyak. Cara cepat juga ada, yaitu ikut training SAP Academy yang fee-nya super mahal tersebut, kemudian langsung melamar menjadi konsultan. Cara mana yang mau ditempuh? Silakan pilih sendiri. See you in SAP World.