Sabtu, 4 Oktober 2008 merupakan hari pertama di bulan Syawal 1429 H setelah sebulan berpuasa saya mulai menggenjot sepeda. Awalnya sih saya tidak terbetik keinginan bersepeda ke C3. tetapi saya pikir-pikir kenapa tidak ke sana saja sampai test fisik apakah masih bugar atau tidak. Mulailah saya keluarkan Quatro dari tempatnya, lalu saya pompa karena ban belakangnya sering kempes, mungkin harus ganti lagi nih ban dalamnya. Setelah siap, maka berangkatlah saya sekitar pukul 06.45 an, sepanjang perjalanan ke padasuka tersebut saya cek terus kondisi ban belakang saya apakah kempes atau tidak, sampai di cicaheum, saya coba dulu lihat bengkel Ipoenk yang terletak di jalan suci, ternyata masih tutup, saya lanjutkan perjalanan ke c3.

Mulailah tanjakan pertama dilalui, yaitu belokan di dekat perumahan yang pas tanjakan tajam, saya sudah posisi 1-1 (paling ringan), tanjakan pertama masih bisa dilalui karena tidak terlalu panjang, lanjut lagi ke tanjakan berikutnya yang mulai kecamatan cimenyan lalu ke polsek, nah ini adalah tanjakan ke dua yang lumayan tajam, masih lolos. Dari sini saya hanya punya target nyampai di tempat yang biasa merupakan pertemuan dari arah rumah mas bowo dengan ke c3, inilah tanjakan ke tiga yang lumayan berat juga, diujung sana saya berhenti dulu karena juga sinar mataharinya cukup menyengat sambil istirahat saya take photo dan telpon ke ian ternyata masih di jawa (mudik) dan rencana pulang minggu malam, dan mau sepedaan selasa katanya. Istirahat sebentar saya lanjutkan menuju tanjakan ke empat dimana ditanjakan ini lumayan panjang dan jarang ada datarnya padahal stamina sudah terkuras, akhirnya saya berhenti juga dan istirahat sambil take photo, setelah itu naik sebentar berhenti di warung dan minum dulu habis dua gelas aqua karena teh manisnya belum ada (masih sepi sih).
Lanjut ke tanjakan ke lima menuju tempat yang paling bagus untuk melihat pemandangan sambil makan-makan, sampai sana ternyata warung atau tokonya masih tutup dan bukanya baru jam dua an katanya. Sambil istirahat ada teman ngobrol pak joko pramono (eks TNI) yang lahir tahun 1932, punya anak yang punya usaha roti joici ngobrol sebentar dan take photo lagi, lalu dilanjutkan menuju tanjakan terakhir yaitu yang ke enam, karena sudah istirahat cukup sebelumnya maka sampailah saya di puncak caringin tilu, teh manis satu gelas untuk penghilang dahaga take photo, ada rombongan sepedaan juga dari bawah kelihatannya berasal dari warung bandrek sekitar 10 orang. Setelah itu pulang, caringin tilu bagus pemandangannya tetapi masih sepi makanya warung-warungnya masih banyak yang tutup dan belum lengkap jualannya.

Setelah istirahat sebentar, turun pulang sempat nengok lagi ke bengkel ipoenk memang masih tutup, balik ke antapani juga bengkelnya masih tutup, sudah aja saya masukin ke garasi dan berharap nanti mau sekalian ganti ban dalemnya saja.