Minggu, 19 Oktober 2008

Saya punya mesin cuci satu tabung yang sudah berumur 13 tahun, lalu bermasalah tidak bisa berputar, dipanggillah tukang service ke rumah, namanya “Ddg”. Mulailah diperiksa dihadapan saya, cek dan diketahui “katanya” pertama capasitornya harus diganti, saya lihat memang ada muncul seperti benjolan keluar kemungkinan karena panas, ok saya maklum, lalu dia bongkar lagi dinamonya, katanya harus digulung, dan biayanya 165 rb dan tidak bisa cepat karena harus menunggu kering, saya periksa itu dinamonya, kelihatan tidak ada masalah, lalu katanya memang tidak akan kelihatan terbakar, tetapi di dalamnya, saya kurang percaya dengan pernyaatan dia, tetapi karena butuh dibetulkan, maka biaya yang 230 rb (untuk kapasitor yang bagus sekitar 55, sedangkan yang biasa 35 rb) saya sanggupi saja. Malam ini saya terbangun, dan ada perasaan bahwa saya telah dibohongi, karena biaya gulung dinamo itu paling hanya 70 rb, dan capasitor mungkin sekitar 30 ribuan, jadi total paling 100 ribu ditambah ongkos misalnya 50 rb hanya 150 ribu. Dari sini bisa disimpulkan sementara kerugian minimal adalah selisih 230-150=80 ribu, sedangkan kerugian maksimal adalah tidak perlu gulung dinamo karena seharusnya tidak rusak, karena ketidak tahuan saja maka jadi harus diservice, yaitu 30 untuk capasitor dan 50 untuk upah (minimal untuk biaya datang dan periksa) jd 230-80=150 ribu. Kecurigaan lainnya adalah akan memasang pada malam hari, saya ingin cek dulu apakah benar ada bekas gulungya atau tidak nih.

Dan keesokan harinya, setelah saya bel dia datang sore hari, lalu ketika dia akan pasang maka saya cek di depan dia dinamo yang katanya sudah digulung tsb, saya lihat dengan seksama, katanya digulung, tetapi saya tidak melihat bahwa si tabung dinamo tersebut bekas dibuka, hanya sudah dibersihkan disikat bekas karatnya, lalu dia berkilah yang mengerjakan adalah temannya (tinggal di kebaktian tetapi rumahna di gumuruh) dan dia tidak memeriksa bagaimana prosesnya, lalu dia pura-pura mengecek juga memang tidak terlihat bekas dibukanya, lalu saya tanya bagaimana cara temannya membukanya, katanya menggunakan alat khusus dan tanpa berkata apa-apa dia langsung saja pasang, saat dia pasang saya pergi, begitu datang lagi, dia berkata katanya setelah dia bel temannya oleh temannya tersebut memang tidak digulung tetapi langsung diganti, saya jawab saya rasa tabung dinamo tersebut adalah masih barang saya juga dan kalau diganti juga bukan termasuk tabungnya tetapi hanya dinamonya saja, dia berkilah (ngeles) lagi bahwa dia tidak memeriksa tabung dinamo tersebut jadi tidak tahu perbedaan sebelum dan sesudahnya.

Dia menutupi kebohongan pertama dengan kebohongan kedua, pertama bohong bahwa dinamonya rusak sehingga harus digulung, begitu tidak ketahuan bekas dibuka, diikuti kebohongan kedua, dinamonya ditukar dengan yang lain yang tidak perlu digulung padahal jelas-jelas itu tetap barang yang lama. Lalu dia menggunakan strategi bohong berikutnya yaitu dia berkata juga jadi tidak enak sama temannya kenapa tidak bilang bahwa dinamonya ditukar makanya kata dia kok bisa cepat selesainya, lalu saya tanya kalau begitu suruh temannya tsb untuk bawa dinamo saya yang lamanya, dia terdiam dan berkata sendiri kalau dipikir-pikir memang lebih bagus diganti daripada digulung katanya, ini kebohongan keempat, karena dia yakin bahwa dinamo dan tabungnya yang lama pasti tidak ada karena memang tidak ada perubahan apa-apa. Untuk tidak memperpanjang waktu, saya tetap bayar biaya dinamo tersebut tetapi jangan harap bahwa dia akan dipakai lagi. Untuk jangka pendek dia untung, tetapi untuk jangka panjang tidak. Pertama saya tidak akan gunakan dia lagi, kedua tidak akan saya rekomendasikan bagi teman lainnya.

Mungkin saya tertipu kali ini, tetapi saya dapat pelajaran yaitu : harus cari tukang service yang jujur, kita jangan mudah percaya dengan analisanya, gunakan second opinion dari tukang service lainnya, kalau perlu sebelum OK dengan biayanya kita tanyakan dulu berapa biaya pemeriksaan kalau tidak jadi diservice karena kita akan menanyakan kepada tukang service lain, mungkin saja pernyataan pertama masih salah diagnosanya. Lalu yang terpenting adalah jangan terburu-buru untuk mengiyakan, terburu-buru adalah pekerjaan setan.

Hal ini saya alami dengan service printer Canon iP 1880 infusan, pada saat tinta tidak keluar dengan sempurna, ada warna yang kering, lalu dibawa ke tempat saya pasang infus tersebut, dicek dan diservice jadi betul lagi, tidak berapa lama kasus yang sama menimpa lagi, bawa lagi dan service lagi, memang gratis tetapi ongkos bolak-balik dan waktu jadi terbuang banyak, dan pernah ada pernyataan dari tukang service bahwa headnya sudah rusak (jadi garis-garis) harus diganti dengan biaya 200 ribu untuk yang berwarna, tetapi saya tidak mau diganti, ternyata setelah dilakukan sendiri maintain, yaitu usahakan agar rajin print semua warna minimal 2 kali dalam seminggu, tidak ada masalah yang berarti.

Lalu juga bila usaha pertama di atas lupa dilakukan sehingga saluran infus-nya masuk angin (ada yang kosong), maka dengan menggunakan bekas suntikan setelah dibuka saluran infus yang menempel pada head printer, kita masukkan jarumnya ke dalam saluran infus lalu dorong saja maka nanti yang tersumbat tsb akan menjadi lancar dan tutup lagi, lalu print beberapa kali untuk test, kalau perlu menggunakan best foto, selesai. Memang agak ribet yaitu harus membersihkan bekas tinta yang tercecer, tetapi secara waktu kita tidak perlu bolak-balik lagi.

Kesimpulan : karena ketidak tahuan kita, maka hal yang mudah menjadi susah. Pepatah serahkan pada ahlinya tidak salah, tetapi ditambahkan serahkan kepada ahlinya yang jujur, mencari yang jujur memang tidak mudah, perlu ada feeling dan pengalaman. Terimakasih ya Allah yang telah membukakan mata hati ini, walaupun memang melalui pengorbanan, setiap kejadian pasti ada hikmahnya.