Setelah lama tidak gowes ke cartil, Alhamdulillah akhirnya Selasa 15 Pebruari 2011 berangkat (libur maulud nabi) dari rumah 06.42 menggunakan Quatro dan mulai gowes dari padasuka pukul 06.50 dengan gowes istiqaah dengan target sampai ke puncak caringin tilu tanpa turun sehingga kecepatan tidak diutamakan, akhirnya setelah 77 menit perjuangan goewes sampailah saya di puncak cartil, disana sudah ada mas eko nurkholis yang menunggu karena sudah tiba duluan. Ngobrol-ngobrol sebentar dan take foto pakai HP, ternyata datang belasan goweser lainnya yang ke cartil. Ini seperti di warung bandrek saja, kelihatannya caringin tilu sudah menjadi target goweser selain warban.

Pulangnya mampir ke rumah mas eko di padasuka (tahunya nomor 18). Ngobrol sebentar lalu pulang.

Hikmah yang didapat hari ini adalah dengan tidak memperhitungkan kecepatan, atau dengan mengorbankan kecepatan maka tanjakan cartil dapat ditaklukan. Artinya dalam kehidupan untuk mencapai sesuatu harus ada yang dikorbankan, contohnya mengejar karir tapi mengorbankan waktu keluarga.