Setelah hari minggu, 14 Agustus 2011 bareng Aan beres-beres rumah meliputi pengecekan penyebab bocor ke kamar pembantu dan dapur kotor, akhirnya diketahui penyebabnya secara tidak sengaja (memang Allah punya kehendak) yaitu dari kran yang sering bocor. Setelah dibobok di bawah kran memang tidak ada saluran yang asalnya dicurigai penyebab bocor karena sambungan T nya. Akhirnya saya suruh Aan untuk memperpanjang saluran ke depan karena asalnya si kran harus agak masuk ke tembok, dan dengan berbekal sisa eks pembangunan rumah dulu, akhirnya diperpanjang dengan kualitas stainless steel bahannya, malahan ini menyelesaikan masalah bocor. Alhamdulillah.

Masalah kedua, adanya bau bangkai di wardrobe, curiganya di atas para (atap), akhirnya Aan disuruh ke atas para tsb tetapi setelah dicari katanya di atas tidak ada bangkai tikus ataupun sebagainya. Aku tidak percaya dan aku akhirnya coba juga naik ke atas para tsb, dan memang tidak ada bangkai dan di atas juga bersih, malahan aku dapat mengetahui adanya penyebab ada bocor dari genteng kaca yang pecah ujungnya tetapi belum diperbaiki karena harus beli genteng kaca baru. Aku juga bisa mengetahui penyebab mengapa kabel antena di dekat komputer tidak dapat digunakan ternyata di atas para tersebut belum disambungkan, jadi aku suruh Aan untuk menyambungkannya. Lainnya aku juga lihat kenapa remote lampu untuk mematikan tidak menyala ternyata ada yang tidak nyambung tetapi belum dibetulkan karena belum tahu bagaimana sebenarnya harus terpasangnya.

Jadi di atas para sudah terselesaikan 3 masalah (bocor, antena, dan remote) walaupun baru diketahui penyebabnya kecuali antena yang sudah solved. Juga dengan naik ke atas para saat saum tersebut muncul keringat seperti di sauna.

Pekerjaan hari ini mengakibatkan aku cek berat badan menjadi di bawah 80 kg (surprise).

Besok paginya aku bangun pagi karena ada dinas ke ibukota selama 2 hari. Setelah sahur, lalu mandi dan sholat shubuh di rumah karena harus berangkat dari ktr jam 05.00 jadi nggak akan sempat berangkat kalau shubuh di mesjid atau di kantor. Naik motorlah jam 04.45 dan sampai di kantor tepat jam 05.00.

Setelah beli tiket berdua dengan p maksum, maka dimulailah perjalanan ke Jkt tersebut. Karena aku merasa kurang tidur malam sebelumnya maka sampai pukul 07.00 aku tidur apalagi sebelumnya sudah minum antimo biar tidak mabuk dan bisa tidur selama perjalanan. Masalah dimulai ketika ada teman di belakang merasa kepanasan yang disebabkan AC nya tidak dingin, begitu dicek hanya angin saja yang keluar. Aku arahkan saja langsung angin tsb ke badanku dengan harapan mengurangi panas. Justru inilah awal bencana untuk kegiatan berikutnya, p maksum tidak berani dan berkata bahwa dia tidak berani untuk mengarahkan langsung angin ke badannya, jadi kipas-kipas saja pakai koran yang menurut pikiranku hampir sama saja dengan ditiupkan dari kipas, dan pendapat ini ternyata salah dan baru ketahuan berikutnya.

Begitu sampai jakarta ada masalah baru yaitu supir travelnya salah belok sehingga akhirnya sampai ke tanjung priuk. Dan supir tidak hafal posisinya akhirnya dituntun oleh penumpang yang tahu posisinya dan akhirnya sampai duluan di gambir. Aku dan p maksum turun, dan masuk ke kantor yang seharusnya pukul 08.30 ini sudah jam 09.45 an dan ternyata selama workshop tersebut di musim saum menyebabkan ngantuk dan susah berpikir pinginnya tidur. Ditahan juga sampai buka puasa. Dan WS ini ternyata yang rencananya dua hari menjadi diperpendek satu hari tetapi sampai malam, tambah capai deh.

Padahal aku punya rencana tetap bermalam di Jkt sambil ke anak perusahaan keesokan harinya, tetapi dimulai dari orang yang dr anak perusahaan nggak ada karena ke bandung mau menemuiku padahal aku sudah bilang ke jkt, jadi plan B dipakai, tetapi itupun jadi tidak jadi karena tidak enak kalau tetap memaksakan tinggal di Jkt padahal pekerjaan sudah selesai malam tersebut.

Setelah buka bersama dan sholat maghrib aku pulang bareng teman naik mobil barunya (honda city), baru 15 menit jalan aku merasa mau muntah dan minta berhenti lalu muntahlah aku, setelah muntah terasa plong. Dan selama perjalanan mulailah aku merasakan ada yang tidak enak dari dalam perut, dan begitu sampai km 100 an aku minta teman untuk cari rest area tetapi tidak sempat dan sampai bandung baru lah aku ke toilet. Dan disinilah mulai babak baru akibat masuk angin pagi hari tersebut, semalaman di rumah bolak-balik ke kamar mandi, pagi hari akhirnya minta ijin ke p maksum untuk tidak masuk karena tidak enak badan, seharian walaupun bolak-balik ke WC aku memaksakan tetap puasa. Rencana jemput neng dan cuci mobil tidak kesampaian karena boro-boro mau begitu badan terasa seperti saya di rawat dulu di Boromeus karena kecapaian. Akhirnya waktu buka aku minum po chai pill dan diatabs yang dibeli anak di apotek dekat rumah.

Malamnya disuruh ke dokter oleh istri tapi nggak mau, mending panggil tukang pijat. Dipanggillah tukang pijat dan dikerok katanya karena masuk angin, setelah dikerok dan dipijat barulah aku bisa tidur dan tidak ada gangguan ke WC lagi.

Demikian pengalaman yang enak dikenang tapi pahit dirasakan (emang pusdikhub…)

Kesimpulan:

Manusia merencanakan Tuhan menentukan. Hikmah, jujur lebih baik daripada tidak apapun resikonya.