Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun. Anak dari teman kantor  juga teman sepedahan(pra setiawan) namanya Pramita Chairunnisa meninggal di RS Santosa pada Sabtu 4 Agustus 2012 dalam usia 12 tahun karena DBD, terasa tidak enak badan pada hari Selasa, masuk rumah sakit hari Kamis dan meninggal 2 hari kemudian setelah dirawat di ICU RSHS.

2 minggu sebelumnya teman (bu Apriliyani) juga kecelakaan naik motor dan sampai sekarang masih koma di RS Hasan Sadikin. Dan ternyata minggu malam, pukul 18.30 teman saya tsb akhirnya meninggal dunia dalam usia 50 tahun. Juga ternyata ada istri dari teman saya (Sulistijono) juga yang meninggal mendadak di rumahnya di Jalan Sulaksana Antapani karena terkena serangan jantung, dan memang sebelumnya mempunyai riwayat tekanan darah tinggi.

Kejadian-kejadian tersebut menjadi alarm pengingat bahwa musibah bisa terjadi kapan saja dan kepada siapa saja. Hikmah dari kejadian tersebut adalah kita harus lebih berhati-hati dalam segala hal.

Untuk yang pertama, DBD, maka lingkungan terutama rumah sendiri dijaga dari kemungkinan bersarangnya nyamuk DBD, berarti harus sering pembersihan dan penyemprotan obat nyamuk ke tempat-tempat yang sering menjadi tempat kediaman nyamuk seperti gudang, garasi.

Yang kedua, hati-hati dalam berkendaraan, berdoa setiap mau pergi. Usahakan bila pakai motor maka pakai helm yang benar.

Yang ketiga, adalah rajin berolah raga, jaga pola makan dan seimbang istirahat.