Sumber: Blog yang memuat tentang Imam Al Ghazali

Latar belakang : Tidak sholat Maghrib dan Isya

Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?” “mati.” Sebab itu sudah janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Ali-Imran: 185).

Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?” “masa IaIu.” Bagaimanapun kita, apa pun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu, kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dangan ajaran agama. Besok telah menjadi hari ini, hari ini telah berubah menjadi kemarin. Masa depan telah berubah menjadi masa Ialu, dan Ia akan semakin jauh meninggalkan kita.”

Apa yang paling besar di dunia ini?” “nafsu” Sesungguhnya nafsu itu seIaIu menyuruh kepada keburukan. Karena itu, kita harus hati-hati dengan nafsu kIta,jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.”

Apa yang paling berat di dunia ini?.” “memegang amanah.” AIIah telah menyebutkan, “sesungguhnya kami telah menawarkan amanah kepada Iangit, bumi dan gunung-gunung, namun semua menolaknya, dan amanah itu diterima oleh manusia, itulah bentuk kezhaliman dan kebodohan (AI-Ahzab: 72).” Walau semua makhluk AIIah menyatakan tidak sanggup, manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan AIIah, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Apa ` yang paling ringan di dunia ini?” meninggalkan shalat. Gara-gara pekarjaan kita tinggalkan shalat. Karena pertemuan kita tinggalkan shaIat.”

Apakah yang paling tajam di dunia ini?” Iidah manusia”, karena melalui Iidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri. Betapa banyak orang yang tergelincir hanya karena tak kuasa menjaga lidahnya.”

Orang yang menjaga shalatnya sebenarnya ia sedang menyayangi dirinya sendiri. Menunaikan shalat dan tepat waktu itu artinya ia telah memuliakan dirinya sendiri. “]ika kalian berbuat baik maka kebaikan akan kembali kepada dirimu sendiri, dan jika kalian berbuat buruk maka keburukan itu akan kembaIi kepada dirimu sendiri. ” (Al-Israa` : 7)

Menurut seorang Guru Mursyid, seseorang yang tidak melakukan Shalat Lima Waktu, atau tidak mementingkan Shalat Lima Waktu, atau melakukan Shalat Lima Waktu seingatnya saja, maka orang tersebut akan mendapat “Kemarahan dari Allah SWT”, diantaranya:  

  • Tidak akan ber-Iman kepada Allah
  • Tidak akan mendapat Rahmat Allah
  • Tidak akan di Ridhoi Allah se-isi Rumah nya.
  • Tidak akan mendapat Rezeki yang Halal tetapi Kaya dari Harta yang Haram.
  • Tidak ada Cahaya/Nur Ke- Tuhan-an di Hatinya.
  • Seluruh Amalnya tidak diterima Allah
  • Selalu mendapat Kesusahan dalam Kehidupan Dunia, walaupun berkecukupan dalam Kekayaan.
  • Pada saat Sakaratul Maut akan mendapat Siksa dan sangat susah dalam melepas Nyawa.