Pengantar

Alhamdulillah, puji dan syukur dipanjatkan kepada Allah SWT yang telah mengijinkan saya untuk bisa mengikuti kegiatan hiking ke gunung gede lewat gunung puteri dalam keadaan sehat wal afiat tidak kurang suatu apa.

Awal mula

Rencana hiking gunung gede, istri ingin ikut jadi aku ikut juga, tetapi pada pelaksanaannya setelah diundur dari bulan Oktober ke bulan desember tepatnya tanggal 22 dan 23 Desember 2012, istri nggak ikut karena musim hujan dan jadwal tamu bulanan. Penyemangat lainnya adalah ada pernyataan bahwa kalau untuk yang sudah biasa, maka hujan tidak menjadi hambatan, ini yang memotivasi saya untuk tetap ikut dan malahan merasa tertantang untuk melihat seberapa kuat mental dan fisik saya dalam menghadapi tantangan alam.

Pelaksanaan

Malam sabtu, dilakukan finalisasi persiapan perlengkapan untuk hiking tersebut, paginya sempat beli soyjoy di indomaret untuk bekal.

Pagi-pagi jam 06.00 diantar neng dan ari yang akan ke Sabuga juga.

Sabtu dan Minggu, 22 dan 23 Desember 2012

Peserta 18 orang tdd: 4 cewek (kelas 2 SMA = 2 orang, NIK 63 an = 2 orang) dan 14 cowok (5 mahasiswa IT Telkom) yaitu: Saya sendiri, Jeffry dan anaknya Rayhan, Tisna dengan anaknya Lia, lalu Zata (temannya Lia) lalu ibu-ibu adalah bu Endah RH (HR) dan Tina Rachmawati (Bilco), Dwi Widya Sakti (ISC), Heru Susiawan (ISC), Bandi (Satpam), Rahmat Slamet (RDC), Ressa Luthfi (FA), dan 5 orang anak IT Telkom.

Naik bis yang sewa dari AD, ini memudahkan perjalanan karena pada takut sama bis hijau ini kapasitas 20 orang. Supir bis ini juga ditemani istrinya (sama2 orang Ciamis) karena anaknya liburan di rumah neneknya di Ciamis.

10.30 tiba di Gunung Puteri, persiapan untuk berangkat.

11.30 mulai berangkat

16.30 Aku nyampe duluan di alun-alun timur, beli teh dan indomie sambil nunggu teman lainnya.

20.00 baru masuk tenda yang baru didirikan setelah kehujanan dan kedinginan.

05.00 bangun dan persiapan ke puncak gunung gede

05.45 sampai di puncak gunung gede, foto-foto.

10.00 pulang turun ke gunung puteri

12.15 sampai di terminal (pertamax), lalu bersih-bersih dan sholat di mushola. 

16.00 Pulang

Sampai rumah jam 20.00, mandi dulu baru langsung pijat oleh ma ii.

Keesokan harinya masih pegal-pegal dan istirahat total di rumah.

Lusanya baru bisa jalan lagi, memang harus digerakkan agar tidak kaku. Sudah jalan bareng neng lagi dan dilanjutkan dengan gunting bambu di halaman belakang.

Hal baru yang ditemui:

– hujan dan angin yang sangat dingin membuat badan menggigil, kesulitan tidur karena di tenda ada rembesan air.

– Kalau mau BAB maka harus tahu tempatnya dan jangan mengharap ada WC di atas gunung.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

Hal yang sudah bagus:

– Akomodasi dan persiapan administrasi menuju lokasi.

– Komunikasi/ informasi sebelum berangkat yang tetap berjalan via milist.

Hal yang perlu diperbaiki:

– Jadwal berangkat yang ngaret, dimana awal sudah diset akan berangkat pukul 06.30 tetapi ngaret sampai pukul 08.00 baru berangkat.

– Komunikasi di lapangan antara guide dan porter serta panitia kurang, solusi dengan alat komunikasi misalnya handy talky karena HP tidak ada sinyal.

Barang yang bermanfaat ketika hiking:

– Tas ransel khusus mendaki karena butuh kekuatan dan keamanan (tidak putus, tidak membuat cedera)

– makanan dan minuman (soyjoy, roti, aqua)

– pakaian pengganti

– jaket untuk mengatasi hawa dingin

– jas hujan

– sarung tangan

– sleeping bag

– uang

– penutup kepala

– sepatu atau sandal gunung

– lampu senter.

– charger hp (mili)

Kesimpulan

– Perjuangan untuk menaklukkan diri sendiri dalam menghadapi tantangan alam sampai akhirnya bisa bersahabat dengan alam.

– Kekurangan yang ada bisa menjadi pelajaran untuk hiking berikutnya, yaitu guide minimal ada 2 orang yang berfungsi sebagai marshall dan sweeper.

Hal yang diinginkan setelah mendaki gunung kali ini:

– mempunyai sandal atau sepatu khusus gunung –> lebih prefer sandal gunung karena praktis dan tidak berat, memang sepatu dibutuhkan kalau ada yang masuk ke semak-semak.

– memiliki tenda yang berkualitas seperti vaude, lichfield (luar), eiger, lafuma, consina (lokal). –> cukup yang untuk 2 orang saja tetapi ada 2 dengan pertimbangan ringan dan jarang dipakai banyakan, jadi bila dibutuhkan bisa dibawa kedua-duanya atau salah satu saja

– alat memasak seperti trangia atau minimal yang sudah dipunya rinnai dalam koper. –> sebaiknya trangia karena tetap menyala walaupun ada angin, karena ada pelindung dari angin.