Dengan memperhatikan prinsip Akuntansi “Matching cost against revenue” maka untuk pencatatan transaksi CPE antara vendor (baik AP ataupun pihak lainnya) dengan Telkom dicatat sbb:

Pada saat muncul BAST atas penyelesaian pekerjaan oleh vendor dicatat oleh Telkom:

Dr CIP

Cr Hutang kepada vendor atau BYMHD

Sedangkan pencatatan di AP atau vendor sbb:

Dr Piutang kpd Telkom

Cr Pendapatan

Dari sisi vendor sudah merupakan prestasi karena tidak terkait langsung dengan proses penjualan yang dilakukan oleh Telkom kepada customernya (jadi terpisah). Karena di vendor, seharusnya pada saat pengeluaran-pengeluaran beban untuk memenuhi SPK tersebut dicatat sebagai BDD (Beban dibayar dimuka), dengan jurnal:

Dr BDD

Cr Vendor/ Kas Bank

begitu sudah selesai ada BAST maka dicatat:

Dr Beban

Cr BDD

Bila dikonsolidasi, maka pendapatan AP tersebut akan dieliminasi dengan CIPnya.

CIP ini dimasukkan kedalam kelompok setara persediaan barang yang siap dijual (merchandise inventory).

Mengapa ke CIP dan bukan ke beban, karena pada saat pengakuan tersebut terdapat jeda waktu dengan proses pembuatan kontrak berlangganan (prinsip matching cost against revenue).

Pada saat billing telah diterbitkan oleh Telkom kepada corporate customer dicatat:

Dr Piutang (Customer CC)

Cr Pendapatan CPE

Dan pada saat itu juga diakui pembebanan biayanya sbb:

Dr Beban CPE

Cr CIP

 

CIP (Construction In Progress)