Setelah mencari cara untuk hidup lebih baik, asalnya berpikiran pertahanan yang baik adalah menyerang, ini digunakan untuk menghindari maksiat mata yaitu dengan menyerang, hanya belum tahu bagaimana cara menyerangnya? Akhirnya didapat adalah dengan rendah hati, lho kok tidak nyambung ya.

Kenapa jadi ke rendah hati? Rendah hati akan membikin kita menjadi orang yang bisa mengendalikan diri, tidak sombong, tidak terburu-buru, penuh pemikiran dalam bertindak karena tidak ada kepentingan terselubung dari setiap tindakannya.

Rendah hati itu juga meniscayakan kesabaran. Kalau berujar dan berucap melalui lisan atau tulisan akan terlihat jejaknya. Biasanya orang rendah hati akan santun. Pilihan kata, frase, atau kalimat akan padat oleh kata-kata yang menyejukkan, meski begitu keras perbedaannya.

Biar tidak nyambung, saya lanjutkan saja dengan tips agar rendah hati yang intinya adalah berprasangka baik terhadap orang lain.

Ada seorang sahabat yang menemui seorang pemimpin yang alim, kaya dan sholeh.

Dia orang yang sangat sopan, terkenal menghargai setiap orang dan mempunyai pribadi yang sangat menyenangkan.

Ketika ditanya oleh sahabat tersebut apa TIPS agar dia mempunyai pribadi yang MENYENANGKAN, RENDAH HATI dan DISENANGI banyak orang, pemimpin yang sholeh itu menjawab:

” Saudara , saya SELALU mengHARGAi SETIAP ORANG, siapapun dia, dan saya SELALU mengHARGAi setiap KESEMPATAN”

•    “Jika saya berjumpa dengan ANAK-ANAK, saya menganggap anak-kanak itu LEBIH MULIA daripada saya, karena anak-kanak ini BELUM BANYAK melakukan DOSA daripada saya.”

•    ” Apabila saya bertemu dengan ORANG TUA, saya menganggap dia LEBIH MULIA daripada saya karena dia sudah LEBIH LAMA berIBADAH.”

•    “Jika saya berjumpa dengan ORANG ALIM, saya menganggap dia LEBIH MULIA daripada saya karena BANYAK ILMU yang telah mereka pelajari dan ketahui.”

•    “Apabila saya berjumpa dengan RAKYATku, saya menganggap dia LEBIH MULIA daripada saya karena dia tidak akan DIMINTA PERTANGGUNG JAWABAN seberat saya, dan mungkin di mata Allah dia LEBIH MULIA karena lebih berTAKWA.”

•    “Apabila saya melihat ORANG JAHIL (BODOH), saya menganggap mereka LEBIH MULIA daripada saya karena mereka membuat DOSA dalam keJAHILan, sedangkan saya membuat DOSA dalam keadaan MENGETAHUI.”

•    “Jika saya melihat ORANG JAHAT, saya TIDAK menganggap kita LEBIH MULIA karena mungkin satu hari nanti dia akan INSAF dan BERTAUBAT atas kesalahannya sehingga dia DICINTAI oleh Allah.”

•    “Apabila saya bertemu dengan ORANG KAFIR, saya mengatkan didalam hati bahwa mungkin pada suatu hari nanti mereka akan DIBERI HIDAYAH oleh Allah dan akan memeluk Islam, maka segala dosa mereka akan DIAMPUNI oleh Allah.”