Senin sore 23 sep 2013 di btn bdg timur dgn notaris anita. Perlu cek, nego bphtb + notaris. Pada saat proses dengan notaris tersebut aku menemukan kejanggalan-kejanggalan yang dilakukan oleh bu Ida.
image
image

Pertama adalah saat mengirimkan SMS untuk biaya notaris hanya total BPHTB dan biaya AJB dengan masing-masing 17 juta dan 4 juta sehingga total 21 juta.
Kedua, saat transaksi diketahui bahwa nilai jual belinya diset 341 juta, pada saat itu aku minta nego biaya AJB keluar nilai dari mulut bu anita sebesar 3,5 juta tetapi dikonfirmasi ke bu ida jadi 4 juta (jawaban bu Ida), padahal seharusnya biaya AJB tsb keluar dari notaris.
Ketiga, biaya BPHTB + AJB + Balik nama tersebut agar ditransfer ke rekening temannya bu Ida (Prima), kenapa tidak langsung ke rekening notaris?
Setelah itu aku pulang dan malamnya gelisah karena merasa ada yang tidak beres dengan biaya tersebut, akhirnya aku googling tentang perhitungan biaya tersebut didapatlah data bahwa ada NPOPTKP (Nilai Perolehan Obyek Penghasilan Tidak Kena Pajak) untuk pembeli sebesar 60 juta untuk Sumedang.
Sehingga langsung aku SMS ke bu Ida pada malam itu, sampai dengan 2 hari tidak ada jawaban, akhirnya pada Jumat 27 Sep 2013, deal bahwa biaya-biaya tersebut seharusnya adalah BPHTB (5%x(341 juta-60 juta) = 14,05 juta + AJB+ BN sebesar 3,5 juta sehingga totalnya adalah 17,55 juta dan aku transfer ke rekening notaris anita langsung setelah koordinasi dengan stafnya yaitu bu nina.

Conclusion: Jangan pernah menyingkirkan perasaan (instink) bila ada yang salah dari suatu kondisi. didapat cost optimization sebesar 3,5 juta yang akan digunakan untuk upah pembuatan dapur di Janati.