Renungan 1

Hari Minggu, 13 April 2014

Bila sedang beribadah kepada Allah misalnya sholat maka lakukan secara perlahan jangan terburu-buru, karena pada saat itu kita sedang mencoba mendekatkan diri kepada Allah atau kita sedang menggunakan waktu untuk hal yang baik. Jadi bila berlama-lama juga tidak apa-apa, mungkin nanti akan datang hidayah dari Nya. Jangan rakaat yang menjadi target atau selesainya suatu kewajiban, tetapi coba kondisikan seperti kita tidak ingin cepat-cepat pergi atau kondisikan bagaimana bila kita betah berlama-lama. Kapan kita betah berlama-lama dan tidak ingin cepat pulang atau berakhir suatu peristiwa yang menyenangkan? Jadi bila kita selesai waktunya kita ingin kembali lagi atau mengulang lagi, tetapi karena dibatasi waktu maka kita harus keluar. Coba cek seperti kondisi bagaimana!

Contoh mungkin saya betah ditempat yang menghasilkan uang lebih, atau dalam kondisi akan memperoleh uang yang lebih banyak, atau menerima suasana (berkorban) yang walaupun tidak suka tetapi ada kelebihan dalam hal ini penghasilan lebih tinggi, maka akan membuat betah atau tetap bertahan.

Ingat kematian atau orang-orang yang telah meninggal akan melembutkan hati, artinya akan mengingatkan kita untuk tidak mencari dunia terus karena dunia tersebut tidak boleh melenakan kita untuk mengingat-Nya. Jangan sampai kita diingatkan oleh Allah dengan posisi yang tidak enak, jadi pencegahan dari peringatan Allah adalah kita harus selalu berada dijalan Nya, mengingat terus dengan berdzikir, berbuat baik.

Berbuat baik jangan ingin ada pamrihnya, lakukan saja, maka Allah akan membuka pintu rejeki dari tempat lain. Jangan takut bila kita memberikan ilmu atau pengetahuan lalu rejeki kita jadi tertutup, jangan melakukan sesuatu ada pamrihnya karena bila kita tidak mendapatkan yang diinginkan tersebut maka hati kita akan kecewa. Kecewa tersebut merusak hati.

Berbaik sangkalah kepada Allah, juga terhadap manusia. Allah maha melihat.

FOKUS

Maksudnya adalah melakukan sesuatu secara serius dan bisa selesai (dapat dicapai). Untuk itu perlu dipecah menjadi tujuan-tujuan kecil yang ujungnya adalah tujuan besar (visi misi). Buat cita-cita harian yang merupakan tujuan yang ingin dicapai pada hari tersebut, tetapi capaian harian tersebut akan nyambung dengan tujuan akhir. Artinya arah yang dituju tersebut memang ada dan benar (bermanfaat) serta dilihat dari sudut pandang manapun tidak ada yang salah atau menyalahkan.

Contoh tujuan yang kurang baik adalah saya ikut OCD tujuannya agar saya dipuji karena bentuk badannya akan menjadi bagus dan akan membuat iri orang lain. Bila sudah tercapai, apakah tujuan tersebut tetap atau sudah tidak ada lagi, karena sudah tercapai. Tetapi bila tujuannya adalah menjadi lebih sehat dari sebelumnya dengan tolok ukur tertentu (tidak hanya turun berat badan dan berotot) maka akan berusaha untuk mencapai tolok ukur yang telah ditetapkan. Baca teori-teori kesehatan lainnya, misal tidak hanya bagus secara fisik tetapi juga bagus secara kualitas organ dalam.

Tujuan Olah Raga

Contoh lain yang kurang baik adalah saya berenang bisa lama dalam satu hari karena motivasinya ingin mengalahkan pesaing, tetapi setelah itu bisa sampai satu bulan tidak berenang karena sudah tidak ada motivasi lagi. Jadi harus punya motivasi harian sehingga setiap hari selalu bersemangat karena ada yang akan dicapai.

Kenapa Yoga?

Mengapa yoga perlu dilakukan? Karena kata p iskandar tukang pijat yumeho, dia pernah bertanya kepada saya apakah masih yoga? artinya dia berpendapat bahwa saya dulu rutin yoga tersebut bagus, karena waktu dipijat olehnya, ada gerakan yang perlu dilakukan oleh saya dan itu ada dalam gerakan yoga. Kesimpulannya adalah gerakan yoga berguna untuk kesehatan dan digunakan dalam praktek yumeho.

Kenapa Renang?

Untuk mengamankan lutut, olah raga yang aman, baik buat jantung, menggerakkan seluruh tubuh, walaupun ada kekurangan yaitu kekuatan atau kepadatan tulang kaki karena tidak menjejak, untuk itu kekurangan tersebut bisa ditutupi oleh bersepeda.