Waktu pertama mengetahui bahwa AY masuk dalam calon menteri, terus terang pikiran saya belum yakin karena under estimate akan berita tersebut apalagi mendengar adanya isu-isu negatif sebelumnya terkait AY di Telkom seperti kasus-kasus yang diindikasikan adanya penyelewengan (MPLIK) dan terakhir masalah PKBL.

Setelah keluar pengumuman bahwa AY masuk jajaran kabinet, barulah saya percaya. Kemungkinan terpilihnya AY adalah karena sifat kepemimpinan nya yang tegas, mungkin juga Manage By Angry, walaupun saya belum pernah melihatnya hanya sekedar mendengar dari pembicaraan-pembicaraan tingkat menengah atas saja saat dilakukan rapat-rapat dengan AY.

Dari sana saya mengambil kesimpulan bahwa sebagai pemimpin harus punya visi dan misi yang kuat serta meyakininya bisa dilakukan dan siap menghadapi tantangan dari orang-orang yang tidak yakin dengan kepemimpinan tersebut, jadi katak budeg perlu juga, tetapi bukan berarti bodoh hanya belum tersampaikan saja.

Hikmah bagi saya adalah terlihat bahwa kemampuan manajerial saya masih jauh dari yang diharapkan, masih bersikap sebagai staf yang mengerjakan saja, padahal saya sekarang memiliki anak buah.