Pertama ke Majalaya diajak p Dodi untuk terapi alternatif, berangkat jam 13.30 an yang sebelumnya sudah ada testimoni dari kakaknya p Dodi yaitu b Betty dimana asalnya menderita pengapuran sehingga tidak bisa berjalan, dengan beberapa kali terapi, maka sudah bisa jalan-jalan lagi. Testimoni lainnya dari ebes yang sudah tidur dan baru bisa tidur menjelang subuh, menjadi bisa tidur sebelum jam 12 malam. Pulangnya makan di bale endah (ayam bakar simpang), lalu sholat maghrib di apoteknya p dodi, dan sholat isya di perumahan matahari cigado baleendah. Sampai rumah jam 21.00.

Untuk menuju ke tempat alternatif p yoyo tersebut yang menjadi kuncinya adalah griya toserba majalaya, nanti ada belokan kanan menuju ibun, kurang lebih 3 km an akan sampai di tempat terapi tersebut.

Kunjungan kedua waktu Minggu 29 Maret 2015 bareng mamah dan bapa, berangkat jam 07.15 via Gedebage – Sapan – Rancakasumba – Majalaya dan ditempuh dalam waktu 1 jam 15 menit, dapat nomor 4 s.d. 6. Mulai diterapi sekitar pukul 09.30 dan selesai pukul 11.00. Adapun penyebab mamah tidak bisa tidur ternyata dari pencernaan yang sudah kronis, sehingga ada saluran ke otak yang tersumbat, setelah itu dilakukan pembekaman di daerah yang tersumbat tersebut. Dengan yakinnya, p yoyo menyatakan bahwa obat-obat tidak perlu diminum karena obat semahal apapun tidak bisa membuka sumbatan secara cepat hanya mengurangi rasa tidak nyamannya saja. Sedangkan aku dicek lutut lalu dibekam di lutut, kolesterol dengan dibekam di punggung, cek tunggir ada retak dan memar tetapi akan sembuh karena alamiah. Sedangkan bapa, masalah hati yang ada masalah di ujung-ujungnya saja, kalau secara keseluruhan hatinya masih baik. Biaya terapi 3 orang @50 rb, sedangkan untuk ramuan 2 buah @200 rb. Ramuan tersebut dari Pakistan katanya, cara minumnya adalah 2 kali sehari dilakukan pagi dan sore setelah makan, masig-masing 1/4 gelas dicampur jadi 1/2 gelas.

Pulangnya lewat Rancaekek, makan di soto Bang Udin Jatinangor 137,5 rb (5 bh soto = 5 x 18 = 90 rb, nasi 3 (15 rb), sate (25 rb), juice melon 1 (5 rb), kerupuk (2,5 rb).

Kesimpulan:

Ini adalah bagian dari mengoptimalkan yang sudah dimiliki artinya harta yang dimiliki digunakan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan berbuat baik kepada orang tua. Semoga ikhtiar ini dapat memberikan hasil yang positif baik bagiku maupun orangtuaku.

Terapi ke 3, minggu 5 April 2015, yaitu aku, neng, bapa, mamah, via rancaekek, macet di babakan, semua terapi. Yg ramuan hanya aku saja. Sambil bawa kursi ke 2 ke janati.

Terapi ke 4, minggu 12 April 2015, yaitu aku, mamah, bapa, via sapan sambil bawa keset2 eks kalijati. Yg terapi bertiga, ramuan mamah 200 rb. Pulangnya ke janati dulu, makan di bang udin.

Terapi ke 5, minggu 26 April 2015, bareng neng, mamah, bapa, sambil bawa lemari utk ruang tengah ke janati.
Yg berobat bertiga, aku, neng, mamah, sedangkan bapa tidak. Biaya ditambah ramuan mamah+neng 300 rb. Pulangnya makan di soto bang udin, 250 rb.